Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Bapak

Malamku terasa panjang Hingga aku susah untuk memejamkan mata Pikiranku kacau, hatiku selalu membatin Mengapa hidup di dunia ini begitu banyak cobaan? Andai saja ada mesin waktu. Aku ingin kembali ke masa anak-anak Akan aku habiskan waktu sepanjang hari bersama bapak. Tuhan, izin aku untuk bertemu dengan bapak. Walau hanya sekejap saja. Walau hanya dalam mimpi. Aku ingin berbicara ataupun bertatap muka dengannya. Bahwa aku rindu bapak//

KAMI TIDAK SENDIRIAN

Wahai penguasa negeri ini Buta kah mata kalian? Tuli kah telinga kalian? Mereka-mereka yang di luar gedung meneriakan kalian Tapi kalian tidak ada jawabannya Wahai penguasa Jangan lah kalian mengumpat Jangan lah kalian membisu Ada anak-anak kalian yang sedang berteriak menuntut keadialan di negeri ini Wahai penguasa Kami tidak sendirian Kami akan selalu bersama-sama Kami tidak pernah lelah untuk terus menyebarkan kebeneranan di negeri ini Wahai penguasa Kami ada dan selalu berlipat ganda!!!

Sebuah pesan

Pada siang hari yang begitu terik menyengat Kulitku terasa terbakar Tak kuasa untuk menahannya Ada warung kecil di sebrang jalan di depan hotel yang megah Aku berteduh sambil menikmati minuman yang segar Telpon genggam pun bergetar Seorang wanita kesayangan dalam hidupku yang menelpon Aku merasakan ada sesuatu yang beda dari seorang wanita yang aku sayangin dalam hidupku Suaranya agak berat, dan terisak-isak Hidup memang lah pelik Penuh rintangan Tapi, semuanya di jalani dengan penuh kesabaran Dan janganlah selalu mengeluh akan hidup Teringat di benakku sebuah kata-kata yang selalu terngiang di telingaku Sebelum beliau pergi selamanya pernah menitipkan pesan kepadaku "Jika suatu hari nanti sudah menjadi "orang" Jangan lah sombong dan meninggi Tetaplah seperti ini dan apa adanya"

Kabar Berita Tentang Kawan Yang Pergi Untuk Selamanya

Dulu di sebuah warung kecil pinggir jalan Kami selalu nongkrong disana ramai-ramai Membicarakan tentang skena musik dan genre musik Ngobrol ngalur ngidul hingga tengah malam Saat aku berkunjung kembali ke kota padang tahun 2014 Kami mengadakan jalan-jalan ke suatu tempat Foto-foto lah kami di sebuah kebun teh Tujuan kami saat itu ialah danau kembar Tempat wisata di sumatera barat, tepatnya di kabupaten solok Tadi malam aku dapati kabar berita yang teramat buruk Kau tinggalkan kami dengan perasaan yang saya sendiri belum percaya Sudah 5 tahun tidak berjumpa dan tidak berkomunikasi dengan mu Selamat jalan kawan Semoga kau tenang di alam sana Kini kau sudah tak lagi merasakan sakit Nanti kita jalan-jalan bersama kembali di tempat dan waktu yang berbeda

Tentang kepergian dan takkan pernah kembali

Yang pergi tidak mengenal usia Yang pergi untuk selamanya takkan pernah kembali Yang pergi akan meninggalkan jejak pesan kenangan demi kenangan indah Yang pergi semoga di terima di sisi-NYA yang pergi,,,semoga berjumpa di lain waktu Tenang di sana dan kini kau benar-benar telah tenang

Bayang-Bayang Kenangan

Kau singgah lalu pergi Meninggalkan harum mewangi tubuhmu Yang saban hari selalu terbayang olehku Bahwa kau masih ada di sampingku Nyatanya kau telah pergi Pergi untuk selamanya Hanya bayang-bayang yang selalu membekas di dalam pikiranku Aku ingin menyudahi semuanya Semua tentang dirimu dan bayang-bayangmu yang selalu membekas dan melintas dalam pikiranku Waktuku masih panjang Bukan lagi untuk menangisi segala kejadian tentang kita. Masa lalu adalah pelajaran terindah Selamat tinggal, kasih...

Raut wajah yang kusut

Raut wajahmu terlihat kusut Aku ingin menyapa tapi takut Sesudahnya benar, kau berang kepadaku Serasa ingin kudekap erat-erat Aku berjalan menuju sofa di ruang keluarga Sambil termenung dan tak dapat berbicara Lalu kau menghampiri ku dengan mata yang berkaca-kaca Lalu kaupun berkata kepadaku "maafkan aku"

Kita

Waktu itu engkau ajak diriku untuk duduk bersama Lalu sepasang mata ini saling menatap Aku merasakan ada getaran dalam hati yang tak dapat ku ungkapkan dengan kata Dan kau tersenyum malu-malu Ku ajaklah engkau untuk berjalan menembus keramaian Ku genggam tangan mungil mulusmu Sambil ku bisikan sebuah kata-kata "jagalah selalu seseorang yang berada di sisimu" Lalu engkau hanya tersenyum Tanpa ada kata

Kembali

jika habis waktuku di muka bumi ini biarkan aku tenang untuk pergi hingga aku kembali kepada-NYA karena dunia ini terlalu fanah jika habis waktuku di muka bumi ini doakan aku hingga kekal abadi karena kematian sudah di rencanakan oleh-NYA kembali lagi menghadap sang penguasa...

Sepasang kekasih di dunia gelap

Sepasang manusia yang sudah tua berjalan di sisi jalan Pandangannya gelap tapi bathin dan indera perasanya begitu tajam Mereka menikmati setiap perjalanannya Selalu bersyukur atas pemberian tuhan